BahasanMenarik dari video Berjalan Kaki Mengelilingi Sekitaran Waterfront Kuching Sarawak Malaysia 2 ini adalah Wisata Kuching paling heboh!, wisata kuching dari pontianak, paket wisata kuching, tempat wisata pantai di kuching, taman anggrek kuching, kebun binatang di kuching, the esplanade kuching, kuching orchid garden, backpacker ke kuching
PerkhidmatanBas Kuching-Pontianak Terdapat beberapa buah syarikat yang menawarkan perkhidmatan bas bagi laluan Kuching-Pontianak dan sebaliknya. Antaranya adalah seperti Bintang Jaya, Eva Express, Bus Asia dan 2 syarikat dari Indonesia iaitu Damri dan SJS.
Bedalagi dengan salah satu traveler yang datang lewat Kuching, mau masuk ke Entikong. Gak tau kenapa, bisa manut dan mau memberikan paspornya, padahal udah di cap dan dia sudah siap untuk naik ke dalam bis. si Calo itu bilang, kalo barang-barang dia ada yang berbahaya dan mungkin membuat dia ditahan. si Traveler itu, bialng gak ada, tapi gak tau kenapa si traveler itu cerita, dia mau aja
Saatsaya mencoba tujuan dari Kuching ke Penang, tiket promo tidak tersedia. Bagi backpacker seperti saya, tinggal di Pontianak adalah sebuah keuntungan. Kalau ingin ke luar negeri, cukup naik bis tujuan Pontianak - Kuching. Transportasi lanjutan di Kuching terbilang lengkap. Kita dapat menuju kota-kota lain di Asia Tenggara atau seluruh dunia.
Siapatau ada our Indonesian blog readers yang mau backpacking ke Kuching melalui Pontianak. Liburan ke Kuching ini berawal dari iseng ajak temen yang ikut business trip ke Pontianak. Ga disangka 4 orang berminat dan kami sepakat pergi dari Pontianak Jumat malam naik bis, pulang kembali ke Pontianak menggunakan MASwings.
Hargakarcis tidak akan membuat dompet menjerit, yakni RM50 atau sekitar Rp165.000. Agen bus antar negara yang menyediakan layanan transportasi dari Pontianak ke Kuching pun banyak. Tinggal kalian pilih saja sesuai dana dan kebutuhan jalan-jalan. Bila kalian pergi memakai bus dari Pontianak, ada dua rute yang dapat dipilih, antara lain:
Singkatcerita,setelah membandingkan ongkos pesawat dari Jakarta ke Manila dengan ongkos pesawat dari jakarta ke Pontianak+bus ke Kuching/Miri/Brunei dll.Saya memutuskan untuk ambil jalur putus2 saja.perbedaan saat itu sekitar 20%lebih mahal,tapi pengalaman yang didapat tidak seperti kalau kita terbang langsung ke Manila.(perjalanan ini juga
Kuching sebagai salah satu tempat wisata yang dekat dengan Pontianak dan Singkawang. Jika kamu berpergian ke Kuching, jangan lupa kunjungi Masjid Agung Kuching, Main Bazaar, Fort Margherita, Kuching Orchid Garden, Kuching Waterfront, Sarawak Old Museum, Chinatown, The Esplanade Kuching, dan sebagainya. Punya rekomendasi lain??
BackpackerJalan Jalan Kuching Pontianak Traveling Warga negara Indonesia yang cinta budaya dan kuliner Indonesia dan sekarang menetap di Pontianak. Berprinsip belajar terus menerus dan berusaha tetap dinamis. Berpikiran bahwa hasil tidak akan menghianati usaha serta percaya bahwa rejeki tidak mungkin tertukar.
BahasanMenarik dari video Tempat Wisata Yang Sering Dikunjungi Di Kuching Sarawak ini adalah Wisata Kuching terhot!, wisata kuching dari pontianak, paket wisata kuching, tempat wisata pantai di kuching, taman anggrek kuching, kebun binatang di kuching, the esplanade kuching, kuching orchid garden, backpacker ke kuching dari pontianak, Hot
HAaDEIZ. Perjalanan Hemat Sekeluarga Ala Backpacker ke Kuching, Malaysia Assalamualaikum, halo semuanya! Menjelang lebaran Idul Fitri 2019 lalu, Bee mendapatkan tugas oleh kantor ke Kuching, Malaysia. Setelah beres urusan kerjaan, Bee ambil cuti dan berencana untuk menikmati bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi dengan melakukan perjalanan ala backpacker mulai dari Sarawak - Miri - Brunei Darussalam bersama keluarga, dan dilanjutkan backpacker-an dengan teman ke Kota Kinabalu. Hari Pertama Kehujanan Waktu Buka Puasa di Waterfront Saya dan keluarga memutuskan untuk mulai jalan ke Waterfront menjelang sore hari, sekalian cari makanan untuk berbuka puasa. Kebetulan di perjalanan menuju Waterfront melewati patung kucing yang menjadi ikon-nya Sarawak. Saat asyik mengabadikan momen tiba-tiba awan hitam menutupi langit, rintik-rintik hujan mulai turun. Kami bergegas berteduh di halte bus. Beberapa menit kemudian hujan sedikit reda, kami percepat langkah kaki menuju Waterfront yang sungainya sudah terlihat dari kejauhan. Lagi-lagi di tengah perjalanan, hujan lebat datang, bagai air yang ditumpahkan dari langit, kami dan pejalan kaki lainnya langsung ambil langkah seribu menuju gazebo. Akhirnya kami malah terjebak di gazebo hingga waktu berbuka puasa. Syukurlah Ayah dan Mama membawa bekal roti dan minuman untuk membatalkan puasa. Bikin ngiler lagi ngeliat fotonya Setelah hujan sedikit reda, kami memutuskan makan malam di tempat makan yang berjualan di tepian Waterfront. Masya Allah, beh, banyak seafoods yang siap memanjakan perut. Kami beli paketan yang isinya berbagai macam kerang mulai dari kerang bambu, kepah, buluh, dan udang. Selesai makan kami lanjut explore sepanjang Waterfront. Terakhir saya ke Kuching tahun 2004 dan Waterfront belum secantik sekarang. Saya sangat ter-wow, wow dengan perkembangan objek wisata disana. Ada banyak lampu warna-warni, terus lampu di jembatannya bisa beubah-ubah warna gitu, ada juga masjid megah di tepian hari pertama perjalanan kami di Kuching basah kuyup, kami semua tetap have fun dan jepret sana-sani. Kuching Waterfront di malam hari Hari Kedua Gagal Ajak Adek Main di Kuching Cat Museum Keesokan pagi kami berencana main ke Kuching Cat Museum. Sebelum pergi saya cek google maps memastikan jam bukanya, yaitu jam 9 pagi. Kami berangkat deh tuh jam 9 kurang dari hotel menggunakan taksi online. Sesampai disana, beberapa mobil terlihat putar balik, mulai deh muncul firasat tutup. Tuh kan benaran tutup karena sedang ada perbaikan, huaaa. Sedih banget enggak jadi kasi lihat Cat Museum ke adek. "Semoga di lain kesempatan kita bisa main kesini ya, dek."Hikmahnya jangan 100% langsung percaya dengan informasi di google, tulisan open belum tentu beneran open. Kalau ada kontak nomor tempat yang dituju dan bisa dihubungi, mending dihubungi saja dulu. Kami pun melanjutkan perjalanan ke objek wisata selanjutnya, Orangutan Murals dan India Street. Setelah berfoto-foto ria dengan lukisan-lukisan mural, kami window shoping melihat suasana dan barang-barang yang dijual di India Street. Jejeran warna-warni baju melayu Adek yang semangat banget foto dengan mural orangutan Saat matahari lagi tinggi-tingginya, kami pulang dengan jalan kaki ke hotel. Berdasarkan arahan google maps, kami tinggal jalan kaki lurus saja menyusuri Waterfront. "21 menit doang mah dekat, bentar," ucap Bee yakin. Tapi satu hal yang saya lupakan, 21 menit terasa jauh saat puasa apalagi di siang bolong begini, haha. Mungkin ada lima kali kami berhenti buat istirahat dan tarik napas. Alhamdulillah, adek yang paling kecil enggak mengeluh bilang, “capek, capek, capek!” dan puasanya aman. Tapi kalau lihat wajahnya, jelas banget dia kecapekan. 18 Jam Perjalanan Ke Miri Pakai Bus Masih di hari yang sama, pada sore harinya kami meluncur ke Kuching Central Bus untuk melanjutkan perjalanan ke Miri menggunakan Bus Bintang Jaya Express. Perjalanan kami jauh lebih lama dari waktu yang diperkirakan di website. Saya pun bertanya ke Mbak Etty teman perjalanan Bee nanti di Kota Kinabalu yang juga sedang solo backapacking ke Miri dan Brunei Darussalam, apakah dia juga mengalami hal yang serupa? Karena dia sudah berangkat duluan menggunakan Bus Eva ke Miri. Ternyata waktu kedatangan Mbak Etty di Miri tepat waktu tuh. Bus yang akan membawa kami ke Miri Tiket Bus ke Miri Seharusnya 15 jam lama perjalanan, malah 18 jam duduk di kursi, enggak bisa lurusin pinggang dan kaki. Bayangan kasur hostel sudah di ubun-ubun. Bee rasa keterlambatan waktu tiba ini karena bus yang ditumpangi sering menaik-turunkan penumpang di tengah jalan. Saat saya tanya ke Mbak Etty, bus yang dia tumpangi tidak ada tuh menaik-turunkan penumpang di tengah jalan. Ya sudahlah namanya juga transportasi umum, jadi buat kalian yang nanti naik bus tujuan Kuching – Miri jangan kaget ya kalau ternyata bus kalian banyak berhenti. Cerita selanjutnya adalah kegalauan saya dan keluarga yang bingung tanggal berapa Hari Raya Idul Fitri di Brunei Darussalam. Karena kami harus menentuin kapan akan masuk ke Brunei Darussalam, mengingat biaya hidup disana lebih mahal dan waktu open house Sulatan Brunei Darussalam di hari ke-2, ke-3 dan ke-4. Sambil menunggu akhirnya kami stay di Miri. Rincian biaya perjalanan selama di Kuching Sekian cerita perjalanan Bee yang sedikit drama mulai dari kehujanan, tempat wisata yang tutup, hingga pertama kali berjam-jam di dalam bus. Sampai jumpa di tulisan Bee selanjutnya. Terus bersyukur, dan tebar kebaikan. Salam!